Senin, 30 Agustus 2010

Surat dari diriku untukmu DILLA



Dengan
indahnya
Lukisan 
Alam

Kehidupan ini bagaikan Angin yang berhembus

Angin!!!
Tiada arah yang pasti
Tiada hembusan yang pasti
Terkadang arah itu berubah dengan sekejab
Sekan-akan tubuh ini dibalikkan

Kenapa

Kenapa dan mengapa harus begitu cepat angin itu berubah arah

Angin.... terkadang berhembus dengan kedamaian
Kesejukan dikala hati ini memanas
Angin... dan mengapa angin itu juga yang menghembuskan ku kedalam kegelisahan
Angin...!!!

Mengapa ..?
dikala angin tak pernah berhembus
dikala angin trak pernah memberikan kesejukan ...
dikala angin tak pernah memberikan isyarat yang tak ku inginkan
isyarat yang tak ku inginkan.!!

Angin Mengapa....
Aku hanya merasakan kacau
Dikala angin terdiam walau hanya sejenak
Angin , apa yang harus aku lakukan?
Angin, apa dan siapa diriku

Angin...!!!
Haruskah aku memohon memintamu untuk menyejukkan hatiku
Haruskah aku membuktikan ketulusan ku ini dalam sikap

Angin...
Kemana arah tujuan
Apa yang ku tuju
Dan apa yang ingin kulalui

Angin
Aku tak pernah mengerti hembusan isyaratmu
Aku tak pernah mengartikan disetiapa isyarat yang pasti

Aku ragu
Aku Meragukan
Gelisah diriku ... gundah

Angin
Kenapa dan mengapa disaat angin berhembus dihadapanku...
Angin selalu memberikan irama kedamaian lewat daun-daun yang mengisyaratkan dengan damai

Dan mengapa disaat angin tak pernah dihadapanku,didepanku,sampingku

Kenapa angin selalu ku rasa dalam kegelisahan

Aku hanya bisa berharap
~Janganlah anguin Menghembusku ketidak pastian rasa

Aku ingin kepastian rasamu
Aku ingin ketulusan rasamu
Aku ingin kejujuran hatimu
Aku ingin kedamaian jiwamu

Aku tak ingin engkau memberi harapan  kesejukan damai